Minggu, 02 Januari 2011

Rahasia Kiper Malaysia Tahan Penalti Firman


Kiper tim nasional Malaysia, Khairul Fahmi Che Mat, membeberkan kunci sukses menahan penalti kapten timnas Indonesia Firman Utina pada final kedua Piala AFF 2010.

Khairul Fahmi sukses meredam momentum timnas Indonesia di final kedua yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 29 Desember 2010, dengan berhasil mengantisipasi tendangan penalti Firman Utina di babak pertama.

Kiper Kelantan FA itu kemudian membeberkan kunci sukses menahan penalti Firman. Khairul mengaku sudah mendapat masukan dari pelatih Rajagobal Krishnasamy mengenai penalti Firman.

"Saya memang sudah menyangka Firman Utina akan melakukan tendangan ke sebelah kiri. Ini karena pelatih Rajagobal sejak awal telah memberitahu saya bahwa dia (Firman) gemar melakukan tendangan di arah itu," ujar Khairul seperti yang dilansir Utusan, Kamis 30 Desember 2010.

Khairul, yang akrab disapa Apek, mengaku dirinya tidak tegang saat menghadapi penalti Firman karena sudah mengantongi rahasia tendangan Firman.

"Pelatih telah mengkaji tendangan penalti yang dilakukan oleh Firman dan pemain Indonesia yang lain, ia jelas membantu saya," pungkas Khairul.

"Saya bersyukur karena gerakan saya tepat, sekaligus menghambat hasrat Indonesia untuk meraih gol awal, karena saya sadar jika mereka berhasil mencetak gol situasi mungkin berubah dan memberi mereka kesempatan lebih semangat dan bangkit," pungkas Khairul. (sj)

Safee Diincar Klub di Indonesia dan Vietnam


Sukses membawa Malaysia menjuarai Piala AFF 2010 dengan mengoleksi lima gol, membawa nama Mohd Safee Sali penyerang 'Harimau Malaya' kian diincar sejumlah klub di Indonesia dan Vietnam.

Sedikitnya tiga klub di Indonesia sudah menemui manajemen timnas Malaysia usai laga final melawan Indonesia 29 Desember 2010 lalu, di Jakarta, untuk meminang Safee.

"Sejauh ini ada empat klub, tiga tawaran datangnya dari Indonesia dan satu lagi Vietnam," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Sepakbola Selangor (FAS) Datuk Hamidin Mohd Amin seperti dikutip Bernama.

Bahkan, lanjut Hamidin yang juga Wakil Presiden Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM), pejabat klub sepak bola Vietnam itu telah berkoordinasi untuk rencana pembelian Mohd Safee, sedangkan wakil tiga klub terkemuka Indonesia juga sudah menghubungi klub Selangor FC tempat Safee bermain, mengenai hal yang sama.

Namun, mengenai penawaran itu, FAM sudah melakukan pertemuan dengan Mohd Safee di kantor FAS sebelum tim Selangor berangkat ke Australia untuk beraksi dalam tiga pertandingan persahabatan bersama klub di negara tersebut pada 3, 5 dan 7 Januari ini, dan dijadwalkan pulang dua hari kemudian.

"Ketika diskusi kemarin, dia seolah-olah tidak percaya dan belum bisa menjawab keinginan empat klub yang akan membelinya itu,"

"Dia akan berpikir-pikir dahulu, apalagi segala risiko dan kendala yang bakal dihadapi sudah diketahui Safee," jelasnya.

Namun, Hamidin mengatakan keputusan apakah Mohd Safee akan bermain di klub luar negeri atau tidak, akan ditentukan oleh Anggota Tertinggi Komite FAS.

"Saya akan membicarakan ini ke Menteri Besar Selangor Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim dan exco Selangor. Kita akan ikut prosedur yang benar sebelum melepaskan Safee pergi," katanya.

Robinho Cedera Setelah Menabrak Kamera TV


Cedera aneh dialami striker AC Milan asal Brasil, Robinho. Saat laga ujicoba melawan klub Uni Emirat Arab, Al-Ahly, Robinho mengalami cedera lutut akibat terbentur dengan kamera televisi di pinggir lapangan.

Cedera yang dialami Robinho ini memang sungguh diluar dugaan. Pada menit 85, Robinho tidak sadar dirinya sudah terlalu dekat dengan kamera TV yang berada di pinggir lapangan. Dia pun lantas bertabrakkan dengan kamera itu, dan terjatuh dengan posisi bertumpu pada lututnya.

Menurut pelatih Massimiliano Allegri, Robinho tergores di bagian bawah lutut. Meski demikian, sang pelatih berharap kondisinya tidak terlalu parah. "Semoga dia tidak absen," ucap dia seusai pertandingan.

Pemain Milan lainnya, Zlatan Ibrahimovic, juga menngalami malam yang kurang baik saat bertemu Al-Ahly. Dia sempat dicemooh penonton saat bersitegang dengan pelatih Al-Ahly, David O'Leary. Ibra dikritik O'Leary setelah menjegal pemainnya Hassan Ali di masa injury time . (Irawan)

Tandukan Zidane Versi Eto'o


Masih ingat anda dengan tandukan Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006 yang mengundang kontroversi dan mengakibatkan Zidane dihadiahi kartu merah oleh wasit.
Nah, tandukan itu rupanya menjadi inspirasi bagi penyerang Inter Milan, Samuel Eto'o untuk mengekspresikan kekesalannya.


Eto'o yang kesal dengan pelanggaran bek Chievo, Botjan Cesar, langsung menanduk dada pemain bernomor punggung 12 tersebut. Peristiwa itu tentu sangat mirip saat Zidane menanduk Materazzi karena kesal dengan bek Inter ini.

Kejadian ini terjadi dalam laga Chievo kontra Inter Milan di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, 21 November 2010. Dalam laga itu, Inter akhirnya menyerah dengan skor 2-1. Eto'o sendiri mencetak gol semata wayang bagi Inter di masa injury time.

Insiden penandukan itu terjadi pada menit ke-38. Namun, aksi itu tidak diketahui oleh wasit Gianluca Rocchi, asisten wasit serta ofisial. Akhirnya, Eto'o lolos dari hukuman kartu.
Tapi, insiden itu tidak luput dari kamera televisi. Dalam gambar, dengan jelas Eto'o sambil berlari langsung menghampiri Cesar dan menandukkan kepalanya ke dada Cesar. Akibat dari tandukan itu, bek Chievo itu langsung tersungkur ke tanah.

Sumber: vivanews.com

Rasa Sakit yang Makin Terasa Saat Dibawa Istirahat

Jakarta, Ketika merasa sakit, dokter biasanya menyuruh pasien untuk memperbanyak istirahat. Tapi untuk kondisi tertentu, istirahat justru dapat membuat rasa sakit pasien makin terasa.

Kondisi ini dinamakan Rest Pain, yaitu rasa sakit yang terjadi atau makin parah saat tubuh beristirahat. Salah satu faktor risiko yang menyebabkannya adalah klaudikasio (aterosklerosis di bagian tubuh bawah).

Dilansir Surgery.usc.edu, Senin (3/1/2011), klaudikasio adalah penyumbatan pembuluh darah di kaki sehingga menyebabkan ketidaknyamanan, kram atau sakit pada pinggul, kaki atau paha betis.

Pada kondisi yang belum parah, klaudikasio biasanya terjadi pada saat melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, kemudian akan sembuh dengan istirahat singkat (2-5 menit).

Namun pada saat kondisi berlanjut atau makin parah, rasa sakit dapat terjadi atau makin parah saat tubuh sedang beristirahat, seperti duduk, berbaring atau saat akan berdiri.

Pada keadaan normal, aliran darah bisa meningkat hingga sepuluh kali untuk memenuhi peningkatan kebutuhan oksigen ekstra pada otot yang terlatih. Namun, ketika arteri kaki tersumbat, aliran darah tidak dapat meningkat sebagai respon terhadap latihan, sehingga rasa sakit berkembang.

Bila rasa sakit masih terasa saat melakukan istirahat, artinya arteri kaki sudah tidak bisa lagi memberikan aliran darah yang cukup ke kaki. Rasa sakit ini biasanya akan makin parah ketika kaki dibaringkan di tempat tidur di malam hari.

Faktor risiko Rest Pain sama dengan faktor risiko yang menyebabkan penyakit arteri koroner atau penyakit jantung, yaitu:
  1. Merokok
  2. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  3. Kadar kolesterol darah tinggi atau trigliserida (hiperkolesterolemia, hiperlipidemia)
  4. Kurang olahraga atau aktivitas fisik
  5. Kegemukan
  6. Diabetes
  7. Riwayat keluarga penyakit jantung atau penyakit arteri

Merokok adalah yang paling berpengaruh dari semua faktor risiko. Meskipun mekanisme merokok menyebabkan atau memperburuk klaudikasio tidak jelas, diketahui bahwa tingkat kerusakan pada lapisan dinding arteri secara langsung berkaitan dengan jumlah tembakau yang digunakan. Berhenti merokok sangat penting dalam perang melawan progresi klaudikasio.

Gejala dari klaudikasio antara lain:
  1. Penurunan pertumbuhan rambut pada kaki
  2. Perubahan warna kaki menjadi pucat atau kebiruan
  3. Berkurangnya denyut nadi di kaki
  4. Perbedaan suhu di kaki, menjadi sangat dingin.
  5. Perubahan sensasi (mati rasa, kesemutan, kram, sakit)
  6. Luka pada kaki menjadi susah sembuh
  7. Menyusutnya otot betis
  8. Kuku kaki menebal

James-Wade Terus Panaskan Miami


Miami - Dua bintang Miami Heat LeBron James dan Dwyane Wade terus memanaskan timnya dalam lanjutkan kompetisi NBA. Mereka memotori kemenangan Heat saat menjamu Golden State Warriors.

James menyumbangkan 25 poin dan 10 assist, sedangkan Wade mendulang juga 25 angka untuk menggerakkan mesin timnya buat mengalahkan Warriors dengan skor 114-107 di kandang sendiri, Minggu (2/12/2010) pagi WIB.

Itu adalah kemenangan kelima berturut-turut Miami, atau yang ke-17 dari 18 game terakhirnya. Di klasemen sementara Wilayah Timur tim asihan Erik Spoelstra itu bersaing sejajar dengan Boston Celtcis, yang masih unggul dalam prosentase kemenangan.

"Kami tidak bermain seperti biasanya," aku Wade tentang permainan timnya di babak pertama. "Saya tidak merasa kami main bagus. Tapi kami bisa memperoleh hasil ini bersama-sama."

Heat memang tidak bermain baik dua kuarter pertama, kalah 58-72, dan bahkan sempat tertinggal 20 poin. Namun mereka mampu bangkit dengan permainan relinya di dua kuarter terakhir, termasuk James dan Wade yang mendonasikan 35 angka di babak kedua.

Chris Bosh juga memberi kontribusi besar untuk tuan rumah dengan torehan 20 poin dan 11 rebound. Sedangkan bintang Golden State adalah Dorell Wright (30 poin), Monta Ellis (25), dan Stephen Curry (15).

Pada pertandingan lain Tim Duncan membukukan 21 angka dan George Hill mengantongi 16 poin guna mengantarkan San Antonio Spurs menundukkan tamunya, Oklahoma City Thunder dengan 101-74.

Itulah kemenanga keempat Spurs secara beruntun, setelah sebelumnya mengandaskan Washington Wizards, LA Lakers dan Dallas Mavericks. Rekor mereka pun meningkat menjadi 29-4 dan kokoh memuncaki klasemen sementara Wilayah Barat.

Hasil pertandingan:

CHICAGO 100 Cleveland 91
New Orleans 92 WASHINGTON 81
MIAMI 114 Golden State 107
MINNESOTA 103 New Jersey 88
SAN ANTONIO 101 Oklahoma City 74
DENVER 104 Sacramento 86
MILWAUKEE 99 Dallas 87
UTAH 98 Memphis 92
( a2s / a2s )

Penyeberang El Clasico, Figo Bukan Terparah



”We are rival but not enemy.” Itulah salah satu kalimat yang terlontar dari mulut Ramon Calderon, eks presiden Real Madrid dalam sebuah film dokumentar ITV tentang rivalitas Barcelona dan Madrid. Salah satu faktanya, tak jarang terjadi perpindahan pemain dari kedua tim. Sejak Alfonso Albeniz pada 1902 hingga Javier Saviola pada 2007, tercatat 20 pemain yang pindah langsung dari El Barca ke Madrid atau sebaliknya.

Toh, dalam beberapa kesempatan, perpindahan itu menjadi masalah besar. Terutama bagi mereka yang pernah menjadi pujaan di klub asalnya. Josep Samitier, Michael Laudrup, Luis Enrique, dan Luis Figo adalah di antaranya. Kalangan suporter fanatik tak bisa menerima hal itu begitu saja. Bagi mereka, kepindahan ke seteru abadi tak ubahnya pengkhianatan mahabesar.

Kontroversi terbesar tentu saja ketika Figo meninggalkan Camp Nou ke Santiago Bernabeu pada Juli 2000 dengan harga 37,5 juta pounds yang membuat dia menjadi pemain termahal dunia pada saat itu. Saat kembali menginjakkan kaki di Camp Nou pada 21 Oktober 2000, dia mendapat sambutan sinis dari para fans El Barca yang patah hati. Di beberapa sudut stadion terbentang spanduk-spanduk berisi hujatan, cibiran, dan hinaan.

Insiden dua musim kemudian bahkan lebih dahsyat. Figo sempat dilempari pelbagai barang saat hendak mengambil tendangan penjuru. Bahkan, ada yang dengan tega melemparkan kepala babi ke arah dia pada saat itu. Louis van Gaal, pelatih Barcelona saat itu, menilai ulah para suporter tak lepas dari provokasi Figo.

”Dia melangkah dengan sangat pelan ke pojok lapangan, memunguti botol dengan pelan, lalu kembali ke pojok. Itu dilakukan dengan sengaja,” ucap Van Gaal. Sementara Presiden Joan Gaspart berujar, ”Bukannya meremehkan insiden tersebut, tapi provokasi Figo memang berlebihan. Saya tak bisa menerima orang datang ke rumah saya lalu melakukan provokasi!”

Menanggapi insiden tak mengenakkan itu, Figo tak terlalu ambil pusing. ”Aku tak menyimpan dendam. Aku sangat memahami hal itu karena mereka menilai apa yang saya lakukan sebagai kejahatan. Lain dari itu, mereka pun termakan oleh berita yang ditulis media massa,” ungkap dia.

Kepindahan Figo sendiri, menurut Phil Ball dalam bukunya, Morbo: The Story of Spanish Football, tak terlepas dari rasa kecewa. “Bukan rahasia, putusan kontroversial Figo tak terlepas dari rasa tidak suka terhadap Gaspart dan metode yang diterapkan Louis van Gaal,” terang dia.

PENGKHIATAN SEJATI

Alasan itu, menurut Ball, serupa dengan yang terjadi pada kasus kepindahan para bintang El Barca lainnya macam Samitier, Laudrup, dan Schuster. Bahkan, dari segi pengkhianatan, Samitier yang asli Barcelona bisa disebut lebih parah ketimbang Figo. Dia secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap Jenderal Franco dan sangat bersahabat dengan Santiago Bernabeu.
luis-enrique-barcelona

Tingkat pengkhianatan Samitier boleh dibilang setara dengan Luis Enrique yang pindah dari Madrid ke Barcelona pada awal musim 1996-97 ketika kontraknya habis. Para Cules sempat kurang bisa menerima pemain kelahiran Gijon itu. Tapi, Enrique mampu merebut hati dengan menunjukkan kecintaan bak seorang Catalan sejati.

Untuk membuktikan hatinya tidak lagi berisi Los Blancos, dia selalu mencium logo El Barca setiap kali mencetak gol dalam laga El Clasico. Lain dari itu, dia selalu mengatakan kepada pers tentang kehidupannya yang sangat baik di Barcelona.

Sudah barang tentu, sikap Enrique menimbulkan antipati di kalangan Madridistas. Mereka selalu menyiuli setiap kali Enrique menguasai bola. Meski tak seekstrem Figo yang dilempari kepala babi, Enrique tak henti mendapatkan koor Hijo de puta atau son of a whore dari para pendukung Madrid.

Totalitas pengkhianatan Enrique terjadi pada 2002 dengan tak memenuhi undangan peringatan seabad Madrid. Menurut Marca, Enrique adalah satu-satunya tamu yang mangkir. Itu membuat dia menjadi pengkhianat terbesar di mata para Madridistas. (asep)

Daftar Penyeberang
Dari Barcelona ke Madrid
1902: Alfonso Albeniz
1906: Charles Wallace
1906: Jose Quirante
1911: Alfonso Albeniz
1911: Arsenio Comamala
1913: Walter Rozitsky
1932: Josep Samitier
1950: Alfonso Navarro
1961: Justo Tejada
1962: Evaristo de Macedo
1965: Fernand Goyvaerts
1988: Bernd Schuster
1990: Luis Milla
1992: Fernando ”Nando” Munoz
1994: Michael Laudrup
2000: Luis Figo
2007: Javier Saviola

Dari Madrid ke Barcelona
1905: Luciano Lizarraga
1965: Lucien Muller
1996: Luis Enrique

Sumber: duniasoccer.com

123

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes